POTENSI DAN KENDALA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS
Pertanian Primer Industrialisasi
(on farm Agribisnis) (Agroindustri)
Perubahan tersebut ditandai dengan ciri-ciri:
- Berubahnya orientasi kegiatan ekonomi dari orientasi peningkatan produksi kepada orientasi pasar
- Berkembangnya kegiatan ekonomi yang mengelola dan memperdagangkan produk dan hasil usahatani di pasar domestik maupun pasar internasional.
- Makin kuatnya keterkaitan antara kegiatan produksi dan perdagangan usahatani dengan kegiatan pengolahan hasil dgn konsumen
- Perubahan penggerak utama ekonomi berbasis sumberdaya hayati dari sebelumnya motor penggeraknya adalah usahatani beralih ke industri pengolahan hasil usaha tani (agribisnis hilir)
Secara umum Agribisnis di indonesia dipengaruhi oleh 2 faktor :
- Faktor Internal Dalam negeri.
- Faktor Eksternal Luar Negeri.
- Produksi dan konsumsi
- Permintaan dan Penawaran
- Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (Biodiversity) baik di daratan maupun di lautan. Sekitar 80% gen keanekaragaman hayati dunia di Indonesia, Brazil dan Zaire. Dengan kekayaan tersebut dapat menghasilkan banyak komoditas agribisnis.
- Indonesia memiliki komoditas perkebunan dimana beberapa komoditas yg ada, Indonesia diperkirakan menjadi produsen terbesar dunia pada komoditas minyak kelapa sejak 1995, kemudian produsen terbesar komoditas minyak sawit, dan menjadi produsen karet terbesar di dunia.
- Indonesia memiliki sumber daya perikanan berupa sumber daya perairan seluas 5-7 km2 dan garis pantai 91.000 km yg terpanjang di dunia terdapat 17 wilayah penangkapan ikan, 14 diantaranya untuk penangkapan berlebih, sedangkan 3 wilayah tergolong daerah tingkat penangkapan rendah, sehingga bagus untuk pengembangan agribisnis.
- Konsumsi perkapita produk agribisnis di indonesia masih tergolong rendah, selain konsumsi bahan pokok. Rendahnya konsumsi ini disebabkan masih rendahnya pendapatan per kapita masy. Tapi di masa mendatang pendapatan perkapita diperkirakan di atas $ 2500, sehingga akan meningkatkan konsumsi produk agribisnis. Dengan jumlah penduduk 220 juta merupakan pasar agribisnis yang sangat besar.
- Di pasar internasional peluang agribisnis cukup besar. Ada dua fenomena yg menyebabkan meningkatnya pasar agribisnis pada pasar internasional : Liberalisasi perdagangan dunia, penghapusan kebijakan proteksi seperti tarif, subsidi dan berbagai nontarif barrier perdagangan produk agribisnis.
Globalisasi Perdagangan
- Brg harus berdaya saing (mutu)
- Penghapusan subsidi
- Penghapusan tarif
- Market Oriented (orientasi Pasar)
- Kurangnya SDM
- Penggunan Teknologi yang minim
- Subsidi faktor produksi dihapus (pupuk)
- Orientasi produksi & konsumsi
- Resiko Usaha yang tinggi.
- Penguasaan teknologi
- Kesenjangan dalam pertumbuhan
- Inovasi kelembagaan
- Langkahnya wirausahawan agribisnis
- Perubahan Iklim global (global warming, menipisnya lapisan ozon)
- Krisis pangan dunia.
- Sumber daya alam yg melimpah
- Sebagian besar masy bergantung pada produk pertanian.
- Penyedia terbesar komoditas ekspor pangan.
- Penyumbang pendapatan/devisa negara
- Minim penggunaan teknologi
- SDM ahli yang terbatas.
- Pengembangan agribisnis yang tidak merata.
- Kebijakan yg tidak berbasis pertanian tapi lebih ke industri & jasa.
- Sebagian besar produk agribisnis adalah komoditas ekspor.
- Indonesia sebagai pasar komoditas pertanian yang besar
- Perubahan iklim global.
- Produk luar negeri yang berdaya saing
- Produk luar lebih murah.
0 comments:
Post a Comment